Agustus, Realisasi PAD Harus Capai 60 Persen

Kamis, 29 Mei 2025. 9:11
Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Gorontalo

438 kali Berita ini dilihat

thumbnail

Pemerintah Kota Gorontalo terus menaruh perhatian serius pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai dasar utama untuk pembiayaan pembangunan dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pusat.

Untuk itu, dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) PAD yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia pada Rabu (28/5/2025) malam, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran dalam mengoptimalkan PAD. 

Adhan menyampaikan bahwa kemandirian daerah sangat ditentukan oleh kekuatan keuangan lokal, terutama dari PAD.

"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa hanya menghabiskan anggaran, tapi tidak memikirkan bagaimana pendapatan daerah bisa masuk," ujar Adhan dalam arahannya.

Adhan pun menargetkan PAD pada Agustus harus sudah 60 persen. Dia tak mau, realisasi pendapatan daerah pada akhir bulan ini terjadi lagi, dimana masih di bawah 50 persen. 

Untuk itu, dia menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang diberi target PAD, melakukan langkah-langkah luar biasa, termasuk pemetaan ulang potensi, optimalisasi pajak dan retribusi daerah, hingga pelibatan tenaga honor dalam penagihan.

"Saya akan kumpulkan lebih dari dua ribu tenaga honor hari Senin nanti. Mereka tidak hanya digaji, tapi harus turut serta mencari pendapatan. Yang ditugaskan di restoran, jangan pindah-pindah. Mereka harus serius di lapangan," tegas Adhan.

Selain itu, Adhan menginstruksikan agar tiap OPD membentuk tim PAD internal dan menjadikan tugas peningkatan PAD sebagai pekerjaan ekstra hingga akhir Agustus.

"Kalau perlu dibentuk tim penagih yang dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Ini harus menjadi perhatian," tambahnya.

Adhan Dambea mengungkapkan bahwa beban keuangan daerah saat ini cukup berat, dengan pembayaran utang yang mencapai Rp3,7 miliar setiap bulan. Oleh karena itu, ia mendorong evaluasi retribusi yang masih terlalu rendah, seperti retribusi sampah yang masih Rp25 ribu per bulan, agar dapat dinaikkan menjadi lebih proporsional.

Lebih jauh, Adhan mengingatkan bahwa target 60 persen PAD hingga Agustus bukanlah sekadar angka, tetapi ukuran komitmen dan tanggung jawab bersama.

"Saya tidak akan kompromi terhadap pegawai yang tidak disiplin atau tidak menghargai atasan. Kita semua harus serius dan profesional," tegasnya

Adhan juga menyinggung perlunya semangat perubahan dan dedikasi dalam membangun Kota Gorontalo.

"Saya dan Wakil Wali Kota mungkin tidak punya TPP, tapi kami punya tanggung jawab moral dan amanah dari rakyat," tutur Adhan.

Menutup sambutannya, Adhan mengajak seluruh OPD dan stakeholder terkait untuk terbuka, kolaboratif, dan fokus pada solusi demi keberhasilan pengelolaan PAD yang menjadi ujung tombak pembangunan kota.